Menyusuri Pematang Sawah

Posted on 1 January 2012

0


Bagi saya, hidup itu seperti menyusuri pematang sawah.
Petak-petaknya ibarat tahun berganti tahun.
Hijau.
Kuning.
Keemasan.
Kosong.
Berair.
Kembali ditamani bibit.
Hijaunya petak ini, berubah kuning enam bulan ke depan.
Kegemilangan tahun ini, berubah suram di tahun depan.
Hancurnya tahun ini, berbuah manis di tahun depan.
Silih berganti.
Terus berputar bak roda.
Dan manusia ibarat hidup di roda jaman.
Loncat dari roda jaman yang berputar artinya mati.
Kefanaan bukan tragedi.
Tapi tragedi terjadi hampir tiap hari dalam fana.
Bagi saya, hidup itu seperti menyusuri pematang sawah.
Saya bisa bahagia bersamanya, bisa juga terpuruk saat hama berkuasa.
Tuteh, “Keping Cerita Tak Berkesudahan”

Advertisements