Selamat Natal 2011

Posted on 24 December 2011

2


Halo sohib Flobamora Community! Komunitas Blogger NTT.

Sebentar lagi tanggal 25 Desember. Itu artinya Natal sudah di depan mata. Teman-teman Nasrani; Kristen Katholik dan Kristen Protestan di Indonesia mulai mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut Natal. Rumah dibersihkan dan di-cat baru, gordyn diganti, membuat kue-kue khas Natal, membeli baju dan sepatu baru, dan tak lupa mengeluarkan pohon Natal dari kardus penyimpanan untuk dipajang, dihias dengan lampu kerlap-kerlip, boneka, salju buata dari kapas, bintang dan boneka malaikat. Ada pula yang melengkapi pohon Natal tersebut dengan kandang Natal buatan sendiri. Kreatif. Menarik. Cantik. Tapi yang lebih penting dari itu semua, menyiapkan hati menyambut malam Natal yang kudus. Suci. A Holly Night. Lagu Natal berkumandang syahdu.

Di NTT, khususnya di Ende, suasana Natal sudah terasa dua minggu sebelum 25 Desember. Nampak kesibukan di rumah-rumah penduduk. Aroma kue yang dipanggang menebar di udara. Para ibu lebih rajin ke pasar untuk membeli keperluan Natal. Tak ketinggalan anak-anak bermimpi untuk bisa mengabadikan momen bersama ‘Sinterklas’ lewat event-event yang diselenggarakan oleh komunitas tertentu. Bahkan di kantor-kantor, mini market dan restoran fastfood, banyak hiasan khas Natal dan pohon Natal berdiri si sudut ruangan dan para karyawan/karyawati mengenakan topi Sinterklas. Seminggu sebelum Natal, banyak sekolah dan kantor yang libur. Biasanya liburan Natal berlanjut hingga liburan Tahun Baru.

Natal sendiri secara harfiah artinya hari kelahiran. Hari kelahiran Yesus Kristus. Dalam bahasa Inggris; Natal disebut Christmas (orang-orang biasa menulis X’mast). Christmast sendiri berasal dari kata Christ (Kristus) dan Mass (massa, banyak orang, kerumunan orang) karena pada saat Christmas, banyak orang berkumpul untuk merayakan hari kelahiran Yesus Christus.

Yesus Kristus lahir ke dunia, menjadi penolong umat manusia. Yesus dilahirkan bukan dari pencampuran antara laki-laki dan perempuan, melainkan atas campur tangan Tuhan, yakni diperanakan oleh kuasa Roh Allah (Mat 1:18,20). Maria (Bunda Maria) seorang gadis saleh, mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias (Luk 1:26-33). Dari Wikipedia; Kisah kelahiran Yesus Kristus dicatat dalam dua Injil Kanonik; Matius dan Lukas. Kedua Injil tersebut menulis bahwa Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, oleh seorang perawan, yaitu Maria. Masing-masing Injil menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Injil Matius dari sudut pandang Rasul Matius yang adalah seorang pemungut pajak menceritakan perihal kedatangan orang majus yang mencari dan menyembah ‘raja’ yang baru lahir, serta mempersembahkan hadiah yang mahal-mahal. Sedangkan Injil Lukas dari sudut pandang Lukas yang adalah seorang dokter menceritakan kisah ini dengan lebih detail, termasuk adanya malaikat dan kedatangan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan, secara lebih kronologis. Injil Lukas tidak mencatat mengenai orang-orang majus dari Timur, tetapi mengisahkan kelahiran Yohanes Pembabtis yang terjadi sekitar 6 bulan sebelum kelahiran Yesus, termasuk penampakan malaikat Gabriel yang memberitahukan terlebih dahulu kepada Zakharia, ayah Yohanes Pembabtis.

Yesus Kristus datang untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan yang semakin buruk karena sesatnya manusia.  Natal merupakan wujud Kasih Allah pada manusia (Yoh 3:16). Natal merupakan motivasi Allah untuk membantu umat manusia.

Saya tidak tau dengan daerah lain di Indonesia. Tapi di Ende, suasana Natalnya terasa sekali. Umumnya di NTT itu kehidupan umat berAgamanya sangat harmonis. Toleransi umat berAgamanya sangat tinggi! Dan beruntunglah saya tinggal di kota kecil Ende ini. Keluarga dari pihak mamatua semuanya Katholik. Saya pun tinggal di kompleks yang rata-rata merayakan Natal. Nyempil sendirian 🙂 tapi justru di situlah keragaman dan kekayaannya! Saya jadi merasa merayakan dua hari raya; Idul Fitri dan Natal. Adalah kebiasaan keluarga kami untuk bersilaturahmi ke rumah keluarga dan tetangga yang merayakan Natal. Itupun kadang tidak selesai dua hari. Masih berlanjut ke tanggal 27 Desember.
Misa Natal di Gereja berlangsung khidmat. Banyak petugas keamanan berjaga-jaga. Tapi yang paling saya noted dari suasana ini adalah beberapa pemuda Muslim turut menjaga keamanannya. Mereka berkopiah dan berjilbab. Inilah yang paling saya sukai hidup di kota kecil Ende. Toleransi kehidupan umat berAgamanya sangat kental.

Well… Selamat Hari Natal, sohib Flobamora Community! Bagi sohib yang merayakannya, siapkan hati untuk menyambut Natal karena itu yang paling penting.

***Tuteh Pharmantara untuk Flobamora Community.

Advertisements