Cermin

Posted on 24 December 2011

1


“Apa yang akan terjadi nanti?” ia bertanya pada sosok perempuan bermata cekung dihadapannya. Tidak ada jawaban memancar dari bola mata yang manikmanik hitamnya telah menjadi separuh abuabu. Tidak juga minat. Apalagi keingintahuan ;

Mengapa kau bertanya seperti itu kepadaku yang bahkan tak punya kuasa memperpanjang waktu?

Tak ada ekspresi. Karenanya, percakapan itu mati. Mati yang sunyi. Perempuan yang bertanya itu lantas berdiri.
Sorot matanya menampakkan marah yang berbahaya. Ia bergegas keluar. Mengambil sebongkah batu. Dalam sepersekian detik yang menjemukan, pecahan cermin berhamburan. Darah menetes dari luka pada telapak tangan kanannya.

Dengan gemulai,dipungutnya sebongkah diantara puluhan keping cermin yang berserakan di lantai lalu bertanya lembut :

“cermin ajaib,siapakah yang tercantik di dunia”

Kau kau kau

Ia menggumam “aku aku aku…dan inilah yang terjadi,bodoh!”

Ia membenci bayangannya sendiri.

 

***Eka Wangge. Diambil dari sini.

Advertisements