eSex eSex uDug uDug

Posted on 16 December 2011

0



SEX adalah …..

Si Buset merasa sangat gembira setelah mendapatkan kabar bahwa ia terpilih utk mengikuti suatu pelatihan di luar negeri. Setibanya di lokasi pelatihan, para peserta pelatihan diberikan lembar isian oleh panitia yg isinya tentang biodata peserta : “Saudara sekalian, tolong isi biodata anda guna keperluan penerbitan sertifikat setelah pelatihan ini selesai” “Silahkan saudara-saudara mengisi pada kolom yg tersedia sesuai dengan jawaban anda masing-masing”

Dengan tenang si Buset mengisi kolom demi kolom sampai selesai dan mengembalikannya pada panitia.

Sambil menunggu beberapa peserta lain yang masih sibuk mengisi lembaran biodata, Buset yang sedang penasaran mencoba bertanya kepada rekan disebelahnya dari Inggris yang juga sudah selesai mengisi lembarannya:

“Hai Bro, Apa yang anda isikan pada kolom sex, tadi?” Dengan bingung si Inggris menjawab “Tentu saja saya isi male, memangnya anda mengisi apa?”

“8 times a week” jawab Buset tergagap.

 

image from: You Bent My Wookie

Humor di atas secara langsung menjelaskan perbedaan pamahaman tentang kata SEX, buset seperti juga saya adalah tipe konvensional yang masih agak “tabu membicarakan seks”, masih kuno dan oldskul (old school).

Tapi kalo ditantang untuk menulis tentang seks yah gapapa, tadi kan saya bilang, “tabu membicarakan seks” nah ini gak membicarakan kok, tapi menulis 🙂

Tapi tetap saja, dengan keyword SEX ataupun SEKS tetap saja postingan yang terjaring hanya 4 tulisan, sekarang jadi 5 dengan adanya tulisan ini. #apeu

Ok, kalau mau dibawa serius, langsung aja yah, SEX yang saya bahas disini adalah hubungan seks (Sex acts), seperti pengertian si Buset pada cerita di atas.

Bener atau gak, hubungan seks itu memiliki 3 fungsi, mungkin aja sih ada manfaat lainnya, tapi gak terlalu umum, kapan-kapan saja di bahas *kalo inget juga sih*

Tujuan pertama adalah Procreation.

Menghasilkan keturunan, terlepas dari motif apapun, memiliki keturunan adalah tujuan yang paling umum dari hubungan seksual. Kao mau membicarakan motif memiliki keturunan ini apa yah akan banyak, misalnya saja para raja yang ingin agar ada keturunan yang akan mewariskan kekuasaan, atau kelak si anak akan menjadi pemersatu antara kerajaan ayah dan kerajaan ibunya. *kok kesannya kolosal gitu – terbayang film saur sepuh*

Yang kedua adalah Recreation.

Mencari kesenangan, enjoyable activity, hepi-hepi, intinya yah itu terserah ada yang mau merasionalisasikan sebagai pelepas ketegangan, kesenangan sebelum terlelap dan lain sebagainya. *gak perlu dikasih contoh kali yah? kalo masih perlu contoh, hmmm….. tau nomor HP saya kan? – Plak!*

Terakhir adalah Relational.

Hubungan seks sebagai alat komunikasi dua arah yang mungkin hanya dapat dipahami oleh yang terlibat, motifnya? menurut survey hayalan motif pertama adalah cinta, selanjutnya bisa isi sendiri di sini: …… …… ….. …… ……..

Contohnya?, baca tulisan Hideous aja gih di SINI. Kalo menurut saya apa yg Hidy tulis bisa masuk dalam kategori yang ke 2 dan 3, yah recreation dan relational, mungkin keduanya sepakat jika hubungan seksual yang mereka lakukan itu untuk mencari kesenangan dan masuk dalam kategori 2, tapi kalau akhirnya ada yang merasa dirugikan tentu saja akan berakhir dalam kategori 3, yaitu relational yang abusif. *tsah bahasa gue keren banget*

benar sekali, masih ada banyak tujuan lain yang bisa ditemukan dan ketiga tujuan di atas juga masih bisa diperdebatkan, ya sudah silahkan tulis di form komentar…

cup cup

 

***Bisot. Diambil dari sini.

Advertisements