Another Sunny Day in Lembongan

Posted on 14 December 2011

2



Bukan jalan-jalan yang dibayangkan sebelumnya. Saya sering naik kapal dan menyebrang! Saya pernah melihat penangkaran rumput laut sebelumnya bahkan mencoba memakannya meskipun sejujurnya saya tidak menyukai amisnya yang pekat. Saya pernah naik banana boat, snorkeling dan jalan-jalan mengelilingi desa dan memasuki Goa. Tapi benarlah apa kata pengalaman, setiap tempat menyimpan kesan dan sensasinya masing-masing. Maka saya melukiskan sensasi sehari di Lembongan bersama rekan-rekan sekantor saya sebagai berikut :

03 DECEMBER 2011

07.45 Saya kebablasan. Ini karena drama korea kolosal “jewel in the palace” yang memicingkan mata saya hingga subuh selama seminggu ini. Pintu kamar saya digedor Mas Aris, kencang. Ketika Mas Aris masuk, saya masih sempat berleha-leha hingga menyadari yang lain sudah menunggu. Mandi secepatnya, dan bersiap. Tidak ada yang dibawa kecuali pakaian dibadan dan tas selempang yang tidak pernah saya lepaskan kecuali saat tidur.

Tiba di TKP- Office of Nusa lembongan Sail Sensations Benoa tepat pukul 08.00, Boarding masuk akan dilakukan pukul 08.30. Belum ada pengalaman Day Cruise sebelumnya dan semangat saya masih biasa saja, mungkin karena kantuk yang masih menghinggapi.

This slideshow requires JavaScript.

Tepat pukul 08.45, kapal berangkat. Yah sebagaimana berlayar biasanya, tak ada yang menarik kecuali suasana kapalnya yang lumayan nyaman sehingga membuat saya sanggup melunasi tidur saya yang sempat tertunda.

10.30 just check in at Nusa Lembongan Island, Inspection dimulai.

Jadi sebenarnya perjalanan ini adalah bagian dari pekerjaan saya sodara/i. Kita akan melihat-lihat salah satu produk kapal pesiar yang judulnya “Sail Sensations” yaitu kapal pesiar yang menyediakan Paket menyebrang Benoa-Nusa Lembongan dengan berbagai macam Tour yang termasuk didalamnya antara lain :

1. Stay at Nusa Lembongan Resort

2. Nusa Lembongan Village Tour and

3. Water Spot

 

Karena program kami hari ini hanya sehari saja maka kami mengambil dua paket tour serta Inspection Resort/Villa dan Restaurantnya saja.

Welcome drink, lalu berangkat menuju Desa. Disana telah disediakan Angkot yang khusus mengantarkan kita melihat-lihat perkampungan, Village Tour. Angkot yang sebenarnya adalah pick up ini telah ditambahkan dua bangku panjang dibelakangnya dan diberi atap dari terpal sehingga penumpang boleh merasa nyaman selama perjalanan. Dan kami pun dibawa melihat-lihat sisi lain dari Nusa Lembongan. Penangkaran rumput laut di Nusa Lembongan dulunya adalah nomor satu di Indonesia dan Asia namun belakangan ini mengalami kemunduran kualitas karena proses produksinya yang kurang memadahi (bagian pengeringan) sehingga kalah dengan rumput laut yang dihasilkan di Pulau Jawa dan Pulau lainnya. Sayang sekali. oh yah rumput laut ternyata beragam jenisnya. Salah satu rumput laut berurat kecil yang berdasarkan informasi Guide berasal dari philiphina dan kemudian dibudidayakan di Nusa Lembongan. Nama rumput laut itu saya lupa (MESTI CARI SAMPAI DAPAT NEH).

Yah secara di Bali kita cuma bisa lihat yang sudah diolah seperti Es rumput laut atau lawar rumput laut.

Setelah dari Penangkaran rumput laut kita menuju Goa Gala-gala. Cerita lengkap Goa Gala-gala adalah sebagai berikut :

Pada tahun 1961 hingga 1976 seorang pertapa yang bernama Made Byasa membuat gua di dalam liang batu kapur di Pulau Nusa Lembongan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Pekerjaan Made Byasa adalah seorang mangku dalang, petani, petani dan juga pertapa. Made Byasa membuat gua tersebut selama kurang lebih 15 tahun hanya dengan manggunakan peralatan yang sangat sederhana pada waktu itu yaitu linggis. Ia menggali gua ini sebagai rumah tinggal di bawah tanah dalam liang batu kapur.

Seperti rumah pada umumnya, dalam rumah tinggal Made Byasa ini terdapat ruang tamu, dua buah kamar tidur, kamar mandi, sumur dan dua buah dapur. Karena berada dalam batu kapur, maka seluruh ruangan memiliki dinding batu kapur. Luas dari rumah bawah tanah ini sekitar 500 meter persegi. Untuk masuk ke gua ini terdapat tujuh pintu masuk. Gua ini juga memiliki tiga lubang ventilasi untuk sirkulasi udara di dalam gua buatan tersebut.

Pintu masuk ke Goa Gala cukup sempit dan harus turun ke bawah tanah dengan anak tangga sedalam kurang lebih 2 meter. Di dalam Goa Gala Anda dapat menyusuri rumah bawah tanah ini dalam lorong yang cukup gelap. Namun di beberapa sudut gua ini telah dipasang lampu penerang sehingga Anda dapat melihat ke berbagai ruangan yang terdapat di dalam Goa Gala. Ketinggian di dalam rumah bawah tanah ini tidak begitu tinggi, yaitu antara 1 hingga 2 meter, sehingga Anda akan lebih sering membungkuk di dalam Goa Gala ini. Di beberapa ruangan, ketinggian ruang bisa mencukupi untuk berdiri dan mengambil foto di dalam gua ini. Udara di dalam gua ini terasa sejuk.

Pembangunan gua ini memakan waktu 15 tahun dari tahun 1961 hingga tahun 1976. Made Byasa yang pekerjaannya sebagai dalang membangun Goa Gala karena terinspirasi epos atau cerita pewayangan Hindu yaitu Mahabarata khususnya pada episode “Wana Parwa”. Made Byasa terinspirasi dengan kehidupan Pandawa yang sedang dalam pelarian dari pasukan Kurawa sehingga membuat tempat perlindungan khusus yang terbuat dari gala atau aspal. Kurawa sendiri bermaksud menghancurkan Pandawa.

Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa Pandawa dibuang ke hutan selama 12 tahun karena kalah bertaruh dengan Kurawa. Selama 12 tahun, Pandawa harus menghadapi tantangan hidup di dalam hutan. Karena merasa tidak aman dan berpikir bahwa sewaktu-waktu Kurawa bisa membunuh keluarganya, maka mereka membangun sebuah gua. Gua ini dinamakan “Gala-Gala”.

Di dalam tempat perlindungan inilah Pandawa tetap selamat dari kejaran pasukan Kurawa. Lima anak Pandu yang disebut Pandawa selamat di rumah ini yaitu Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Menurut epos Mahabarata, mereka berhasil melarikan diri lewat terowongan pada rumah yang terbuat dari gala tersebut sebelum dibakar Kurawa.

Dari episode inilah, Made Byasa tertarik menyelami kehidupan Pandawa selama masa isolasi di gua tersebut. Karena itu, Made Byasa terinspirasi membangun Goa Gala dari cerita ini. Untuk menghormati Pandawa, maka Made Byasa menggali gua yang dinamai Goa Gala. Tentunya karena latar belakang pekerjaan sebagai dalang dan kebiasaannya untuk bertapa, maka Made Byasa membuat gua yang diilhami kisah Mahabarata ini. Ia membangun tanpa henti siang dan malam selama 15 tahun untuk mewujudkan impiannya tersebut. Pada tahun 1984 dalam usia 95 tahun Made Byasa wafat di rumah bawah tanahnya.

Di gua ini juga terdapat relief yang menggambarkan proses penyelesaian Goa Gala. Terdapat beberapa simbol seperti manusia, gajah, pintu gerbang, dan kura-kura yang dalam kalender Hindu mempunyai arti yaitu 1898 pada tahun Saka atau dalam penanggalan umum jatuh pada tahun 1976 yaitu tahun ketika Goa Gala selesai dibangun.

Kini Goa Gala menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang menarik di Pulau Nusa Lembongan. Selain itu, beberapa wisatawan juga melakukan meditasi di dalam gua ini. Goa Gala sendiri masih tetap dilestarikan seperti pada awalnya tanpa dilakukan renovasi. Pekerjaan menggali selama 15 tahun yang dilakukan Made Byasa tidak sia-sia, karena rumah bawah tanahnya kini menjadi tempat tujuan wisata yang unik di Pulau Nusa Lembongan Bali. (Sumber : Kumpulan info wisata)

Saat memasuki Goa ini, saya sedikit merasa aneh. Hanya tidak dapat membayangkan apa yang sedang dipikirkan Made Byasa sebagai orang yang membangun rumah bawah tanah ini saat beliau melakukan penggalian.

Selesai Village Tour kita kembali ke Resort. Inspection.

There was a nice villa (masih agak kurang sreg sy, mestinya It was a nice villa), 7 Units with Ocean View and 5 Units with Garden View, 2 Restaurant for Lunch, Dinner,or Private Meeting.Full Facilities exc the Tv.. isolation?! mungkin ( very isolated, huh?)

And the best part of this villa is Romantic Dinner Place. You can see on the photos as below 😀 Full Inspiration!

12.15 Dan kita sudah cukup lelah, kepanasan plus kerooncongan. Buffet & BBQ lunch menanti. Makan sepuasnya. hahaha…

Saat makan siang ada beberapa tamu korea juga di restaurant. Kita dihibur oleh dua pemusik yang bernyanyi diiringi gitar akustik. sangat menarik karena mereka menghafal banyak lagu korea yang tentu saja menjadi poin plus bagi tamu yang dihibur saat itu yang notabene adalah orang korea dan para tamu pun diajak untuk bernyanyi bersama. Tau aja mereka kalo Korean doyan karaokean. wkwkwkwkwkw…

13.30 Istirahat sebentar. MAs Aris dan Luvy berganti pakaian karena akan snorkeling, sayang sekali saya sedang datang bulan dan memang tidak bisa berenang. hiks T.T. Kami berangkat ke tempat snorkeling, sebuah Pontoon ditengah laut dan lalu tontonin dua manusia ini menikmati hidup mereka selama kurang lebih 30 menit. :sigh

Kembali ke Pantai, untuk Banana Boat ber-empat. Nah ini dia bagian yang paling GILA.

sudah mewanti-wanti diri sendiri dan kawan-kawan saya yang terkenal sinting ini agar tidak sampai membuat saya basah kuyup maklum saya tidak membawa pakaian ganti ditambah saya kalap saat berada didalam air apalagi ditengah laut dan si Banana Jockye yang adalah bapak-bapak iseng samasekali tidak mengetahui semua ini sehingga seenaknya saja memutarbalikkan banana boat yang kami tumpangi. Aseemmm 😦 Panik Gila, basah kuyup juga, banyak menelan air asin, sungguh menyebalkan!

Tapi kata Luvy, kalo qhe main ke pantai trus gak basah itu gak seru si’..huftt…T.T

iyah dah, ikot lo ajeh dah…

Tapi pengalaman banana boat tersebut benar-benar seru kali ini ditambah tingkah luvy diatas boat kaya lagi nunggang kuda keliling hutan. liar…wkwkwkwkwkw…(kurang pelana sama anak panahnya aja) belum puas itu, kita main kano sebentar. Muter-muter pantai lima belas menit sebelum benar-benar capek dan akhirnya terkapar di pinggir kolam resort. Saya sempat lemas dan tertidur di kursi samping kolam, tak menyadarkan diri. Mungkin karena kelelahan juga ada potret bulan kesiangan diatas langit Nusa Lembongan (ini nyata, saya masih tak percaya lho :D). Sedikit menyesap softdrink biar lebih segar, kami siap-siap kembali ke Bali. Yah Another sunny day is celebrate on today ^^ Lucky Us and Thanks God for everything.

 

***Maria Pankratia. Diambil dari sini.

Advertisements