Flores twilight #2 Awet Muda ke Narmada

Posted on 7 December 2011

2



Oh iya, postingan ini wajib dibaca bagi anda yang ‘merasa’ tidak muda lagi…hayoo ada apa gerangan?

Desa Lembuh, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, bisa ditempuh 30 menit dari pusat kota Mataram dengan mobil. Nah kalau pakai cidomo…mmhmmm jangan tanya saya yah, coba deh ke pak kusir Rolling on the floor laughing. Sepanjang perjalanan menuju taman Narmada, pemandangan indah tidaklah menjemukan mata, deretan pematang sawah yang sebenarnya mengarak anda menuju pinggiran kota Mataram. Taman  ini dibangun tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem. Bangunan ini bernuansa Hindu, alasan dibangunnya taman ini sebagai tempat peristirahatan dikala musim kemarau dan sebagai miniatur dari keindahan Gunung Rinjani. Nama Narmada ini diambil dari nama anak sungai Gangga di India. Narmada merupakan salah satu mata air dari Gunung Rinjani, jadi jangan heran air mineral lokal di Mataram bermerk Narmada.

This slideshow requires JavaScript.

Memasuki gerbang taman, seakan kita memasuki area perumahan. Yah, deretan rumah-rumah warga berada satu area dengan jalan menuju pintu utama taman. Memasuki area taman, anda akan dikenakan biaya masuk sebesar 10ribu rupiah, dan halaman Mukedas lah yang menjamu anda pertama kali. Suasananya romantis dan bersih.

Inilah halaman Mukedas yang semula dibagung sebagai tempat pelayan Raja, Bale Loji, Merajan (Sanggah) dan Bangsal. Kemudian kita lanjut ke bangunan Bale Terang.

Bangunan Bale Terang berbentuk rumah panggung yang terdiri dari ruang bawah sebagai gudang, bagian atasnya terbagi tiga bagian yaitu dua kamar pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat tidur Raja, dan ruangan tengah yang terbuka sebagai tempat melihat pemandangan ke arah Meru.

Oke yang sudah merasa tua adalah hal yang alami saat usia bertambah dari waktu ke waktu, namun sering kali orang merasa cemas saat menjadi tua, kepercayaan diri yang menurun, problem kesehatan, bermasalah dengan penampilan diri, tubuh yang berkeriput, bentuk badan yang tidak lagi sedap dipandang, dan sederet daftar lainnya yang bisa bertambah panjang dan berlembar-lembar kertas untuk menuliskannya Sad smile *terlalu didramatisir*. Tapi tenang sob, datang saja ke tempat ini yang mempunyai mata air awet muda, yang dipercaya akan memberi umur panjang bagi siapa yang meminum air dari mata air ini. Lokasinya tepat disamping Meru berupa rumah yang dijaga oleh seorang penjaga. Kesan rumahnya agak angker sih menurut saya, tapi lokasinya tampak bersih dan sangat romantis serta saya tidak percaya bisa awet muda Rolling on the floor laughing

Telaga Ageng dibuat sebagai miniatur Danau Segara Anak di Gunung Rinjani sebagai pengganti tempat pelaksanaan Upacara Pakelem setiap Purnama kelima tahun Caka (Oktober-November), karena Raja tidak mampu lagi ke Gunung Rinjani. Upacara Pakelem yaitu upacara yang dikaitkan dengan kesubuan dan turunnya hujan disebut juga dengan Upacara Meras Danu. Di tepi Telaga terdapat pancuran berbentuk Patung Gajah, Patung Ksatria dan miniatur candi dengan bentuk matahari yang menunjukkan tahun selesainya Telaga Ageng direhab yaitu 1801 Caka atau 1879 Masehi. Nah, disepanjang pinggiran telaga ini dimanfaatkan para pengunjung sebagai area memancing, disebelah kiri telaga terdapat kolam permandian.

Karena dari tadi saya mengatakan lokasi ini sangat romantis, bagaimanakalo kita bandingkan gambar Danau Segara Anakan dan membandingkan dengan miniaturnya, Si Telaga Ageng. Gambar ini diabadikan oleh kenalan saya Yulastriany Aci yang saya kenal dari Tuteh…mereka inilah bagian dari 66 orang Petualang ACI detik.com 2010 loh…Aci ini memang senang berpetualang hingga menjabani Gunung Rinjani…wow romantis yah Embarrassed smile

Orang yang suka travelling memang dikaruniai insting lapar….hehhheeh lapar mata dan lapar perut. Nah untuk yang lapar perut, dilingkungan taman ini juga banyak lapak para penjaja makanan khas Lombok seperti sate, plecing kangkung beserta lauknya berupa ayam bakar ditemani sambel, jagung rebus juga banyak kok.

Yah, beginilah tulisan singkat edisi jalan-jalanku….pesan saya sih, hentikan tangan jahilmu yang suka merusak warisan budaya yang masih terjaga kini. Klo boleh sih, kita bikin juga suatu area peradaban yang bakalan bisa dikenang anak-cucu kita nanti…paling gampang yah, tanam satu pohon dan biarkan tumbuh hingga raksasa hahahahha…klo bingung, nih ada panduannya melalui kampanye yang digalakkan WWF Indonesia, namanya My baby tree.

Sesuai komitmen sebelumnya, seri Flores twilight ini akan mengupas kejadian unik di kala petang di Flores…tapi kali ini saya menuliskannya bukan kejadian di Flores sih, tergantung mood saya sih Who me?, yang penting kan ku tulisnya menjelang petang. *timpuk sendal* Ninja

Alhamdulilah sempat turun hujan di Ende tapi tidak berlangsung lama. Tanah yang berdebu pun hanya seakan dihempas perlahan tapi tidak basah. Cucuran keringat saya pun masih berlangsung, panas yah 😀

Nah, biar lebih awet muda, coba deh ngomong sedikit aja di kolom komentar dibawah ini…supaya saya tahu apa isi hatimu, sob 😀

 

***Ilham Himawan. Diambil dari sini atau : http://ilhamhimawan.com/2011/11/04/flores-twilight-2-awet-muda-ke-narmada

Advertisements