Ikan Hiu Beli Es Puter, Thank You & See You Later!

Posted on 20 November 2011

12



Rabu, 16 November 2011. Hari ini adalah hari H dari kegiatan Asean Blogger Community Conference. Acaranya digelar di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali. Lantas, apakah hubungan antara KTT Asean dengan Asean Blogger Community Conference?

ASEAN Blogger Community (ABC) digagas oleh para blogger di berbagai kota di Indonesia pada saat Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan sosialisasi ASEAN di berbagai kota di Indonesia. Para bloggers di Tanah Air menginginkan agar ASEAN tidak hanya merupakan forum para elitis, diplomat dan pemerintah saja, namun juga penghubung dan komunikasi di antara masyarakat.
ABC Chapter Indonesia diresmikan oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri: Bapak Djauhari Oratmangun pada 10 Mei 2011, dan bersama para wakil komunitas blogger membubuhkan tandatangan di atas Deklarasi 11 Mei 2011.
Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Bapak Tifatul Sembiring mengatakan, “Konferensi Blogger ASEAN 2011 ini diharapkan dapat membawa ASEAN lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi forum untuk melakukan curah gagasan tentang implementasi piagam ASEAN menuju pembentukan komunitas ASEAN 2015”. (dikutip dari sini).

Pagi-pagi sekali peserta Asean Blogger Community Conference, Bali (ABCBali) sudah harus kumpul di ruang makan. Sarapan nasi kuning beramai-ramai, 150-an blogger Indonesia + 11 blogger negara Asean (Laos, Kamboja, Philipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darusalam dan Malaysia). Suasana sarapannya kayak pelangi; ada yang matanya udah kinclong, ada juga yang matanya kayak dikasih lem segentong. Nempel! Secara malam sebelumnya pada begadang tuh hehehe. Tapi yang pasti semua peserta, tanpa terkecuali, mengenakan kaos ABCBali dooonk. Kita juga punya satu tujuan : menyukseskan konferensi ini! Inilah tujuan kehadiran kita.

This slideshow requires JavaScript.

Pukul 7 teng-teng peserta naik bis dan diantar menuju kawasan Nusa Dua. Perjalanan menuju Nusa Dua ditemani ragam tingkah blogger. Ada yang asyik sama gadgetnya, sampai-sampai suasana hening. Rata-rata ngantuk sih. Termasuk saya! Haha. Saya ketiduran saking ngantuknya! Asyiknya disamping saya ada mbak Ayank Mira (blogger Bekasi) dan Mbok Venus! Asyik gila karena saat saya bangun tau-tau Mbok Venus ngasih PIN Ngerumpi ama PIN milik si mbok pribadi. Waaa asyik. Btw udah lama tau Mbok Venus dan kagum sama kegiatannya. Eh sekarang ketemu juga hihi. Mbok Venus ini salah seorang founder Ngerumpi, bareng mbak Silly (yang penggagas Blood For Life itu loooh). Aseeek. Hehe.

Jalur menuju Nusa Dua ramai padat jaya! Maklum lah yaaa. Orang-orang penting lagi numplek di sini; persiapan KTT Asean. Memasuki area Nusa Dua yang luas  itu, mata saya sampe berbinar-binar. Maklum, kampungan hehe. Tujuan kita adalah Museum Pasifika karena kegiatan ABCBali digelar di sana. Masuk museum, kita langsung mengambil tempat masing-masing. Ruangan yang dipakai memang tidak terlalu besar karena memang ditujukan untuk kira-kira 200-an orang. Masuk arena bareng bang Aguslah, Nike, kang Iwok, bunda Injul, Almascatie, Mbok Venus, Nona Dita, de-el-el.

ABCBali dibuka oleh mbak Eka Situmorang. Yah, namanya juga Asean Blogger Community Conference, jadi wajar lha ya kalau bahasa yang digunakan adalah bahasa internasional; bahasa Inggris! So guys, prepare your dictionary soon! Google translate daaaah hihihi. Acara dibuka dengan speech oleh President of Asean Blogger Community chapter Indonesia; mas Iman Brotoseno. Usai speech from mas Iman, acara dilanjutkan dengan speech oleh Menkominfo; Bapak Tifatul Sembiring. Wah, melihat langsung bapak menteri (yang biasanya cuma liat twit-nya di twitter), rasanya senang sekali, guys! Secara September kemarin saya nggak ikutan Amprokan Blogger di Bekasi, yang dibuka juga oleh bapak menteri. So kali ini, puas-puasin deh ngeliat dari dekat. Untung juga duduknya di barisan ke-3 dari depan. Jadi leluasa deeeh *halah lebay*

Intisari dari speech bapak Tifatul Sembiring adalah bahwa pemerintah sangat mendukung ide kreatif dari para blogger atau siapapun untuk mendukung perkembangan IT di Indonesia. Yang saya note dari speech-nya pak Tifatul Sembiring adalah kalimat penutupnya. Lucuuu… dengan santai bapak bilang, “Ikan Hiu Beli Es Puter, Thank You & See You Later!” wuiiih langsung rame deh seruangan pada ngakak. Nggak nyangka kalau beliau bisa berpantun lucu juga hihi.

Selanjutnya adalah presentasi dari bapak Hazairin Pohan. Materi yang dibawakan adalah “Implementation of the Asean Charter Toward Asean Community 2015 Advisor to Asean Blogger Community Chapter Indonesia”. Intinya adalah impelentasi Asean Blogger terhadap perkembangan dan isu-isu di Asean.

Setelah bapak Hazairin Pohan selesai presentasi, giliran perkenalan dengan blogger perwakilan negara Asean, kecuali Indonesia. Mereka berasal dari Malaysia, Philipina, Brunei Darusalam, Vietna, Thailand, Kamboja dan Laos. Ada yang datang berdua, ada pula yang sendiri. Usai memperkenalkan blogger perwakilan negara Asean, berikutnya coffee break! Coffee break ini dimanfaatkan peserta untuk saling sapa, saling kenal dan berbagi cerita singkat tentang komunitas masing-masing.

30 menit coffee break, mbak Eka Situmorang kembali memanggil peserta untuk kembali melanjutkan konferensi. Saya selalu menanti-nanti presentasi dari tim ICT Watch. Cara mereka menyampaikan materi pasti bikin ‘kenyang’. Kali ini giliran mas Donnybu menyampaikan materi tentang perkembangan internet, socmed dan blogger di Indonesia. Pertumbuhan netizen di Indonesia memukau peserta dari negara tetangga karena angka yang tercetak sangat tinggi. Mas Donnybu menjelaskan tentang 5 penyedia blog yang paling banyak digunakan di Indonesia; Blogger, WordPress, BlogDetik, Kompasiana dan Dagdigdug. Dari grafik yang didisplay, jelas trafik Dagdigdug stuck saat yang lain terus menanjak. Hasil survey, jumlah blogger di Indonesia mencapai sekitar 5,3 juta. Angka ini akan terus bertambah. Gaya penyampaian materi oleh mas Donnybu sangat lugas dan diselingi guyonan. Inilah kelebihan ICT Watch dalam menyampaikan informasi. Ketika otak kita dibuat fresh, kita akan lebih mudah menerima informasi yang datang. Bukan begitu? 🙂 Saya yakin 100% saat mas Donnybu keseleo lidah saat ngomong Inggris, itu adalah sengaja. Untuk memancing perhatian dari para blogger yang sometimes you know lah… jenuh akibat duduk terus-menerus itu ada.

Selanjutnya adalah DISKUSI. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan pemimpin masing-masing. Ada grup A, B dan C. Saya masuk di grup B dengan leader bang Agus Lahinta. Saya sudah kenal lama sama bang Agus sih hehe. Sama-sama peserta ACIDetikCom tahun 2010 kemarin. Anggota grup B ada sekitar 40-an orang dan kita diskusinya di tempat makan. Sebagai seorang dosen dan MC ngetop, bukan suatu kesulitan bagi bang Agus untuk memimpin diskusi. Dan saya didaulat jadi notulen. Haha. Gagap deh saya kalau ide kreatif datangnya dari peserta luar negeri. Iya, roaming bahasa mulai bikin kuping pekak. Tapi ini adalah latihan juga untuk kita-kita yang bahasa Inggrisnya ngepas 😀 Diskusi yang alot di grup B ini menghasilkan 3 point utama deklarasi. Intinya adalah bagaimana masyarakat tidak hanya menerima informasi tapi juga memberi informasi, freedom of expression, dan kode etik online. Nah loh! Kode etik online ini kan sudah dirumuskan saat FGD (Focus Group Discussion) di Tebet, September, yang diselenggarakan oleh ICT Watch? Kenapa sepertinya peserta ada yang nggak tau soal Kode Etik Online hasil rumusan bersama itu yah? Apakah ada peserta FGD yang tidak mensosialisasikan Kode Etik Online kepada para membernya? Ataukah peserta ini yang tidak update dan terkonek dengan komunitas dan info-infonya? Entah. Saya tidak bisa menjawab. Hasil diskusi per-grup ini nantinya akan disidangkan.

Selesai diskusi, peserta makan siang bersama. Ada yang menunaikan sholat, sisanya hangout. Bang Agus sempat kelimpungan nyari saya (karena HP silent, saya nggak dengar teleponnya), karena hasil notulen ada di lepi saya hehehe. Syukurlah. Seorang profesional sanggup bekerja dalam suasana apapun. Proud of you, bang Agus! Saya harus banyak belajar darimu. Membuat slide berbahasa Inggris dan menyatukan semua ide dari hasil diskusi tadi sungguh briliant. You, rock! Nggak salah deh dipilih jadi ketua grup. Peserta kembali memenuhi ruang konferensi untuk mengikuti sesi berikutnya yaitu mempresentasikan hasil diskusi ketiga grup, yang nantinya akan dicompile dan dijadikan deklarasi. Sip, mantap!

Kondisi tubuh yang letih dan kurang tidur plus kenyang, bikin mata ngantuk. Tapi begitu tau sesi berikutnya adalah pak Nukman Luthfie. Mata saya menyala. Beliau adalah salah satu pembicara favorit saya dan menurut saya terbaik. Saya menyebutnya SmartKonyol. Sangat smart tapi disampaikan dengan selentingan konyol yang bikin perut mules ngakak! Tampang lugunya juga itu sangat meyakinkan kita untuk terbahak-bahak hehehe. Apalagi kalau sudah dipasangin sama kang Onno W Purbo. Walaaah dunia serasa dipenuhi kupu-kupu cekikikan hehe. Mereka ini orang-orang hebat dengan materi hebat dan penyampaian hebat! Pak Nukman Luthfie menyampaian materi yang kalau disimpulkan adalah tentang SHARE. Blog boleh dilindas Facebook dan Twitter tapi itu bukan berarti kita melupakan blog. Inti dari blog, FB dan Twitter itu SATU! SHARE!!!!!!

Usai ngakak-ngakak bareng pak Nukman Luthfie acara dilanjutkan dengan presentasi dari Shinta Bubu, dan Mike Orgill dari Google yang dimoderatori oleh pak Onno W Purbo.

Anggara Suwahyu kembali mengenyangkan otak peserta tentang Kebebasan Bereskpresi. Saya pernah dapat materi ini saat ikutan FGD. Jadi ngeri membayangkan para netizen terseret ke ranah hukum ketika mereka tidak bisa bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan. Sebagai ahli hukum, ia mendata begitu banyak contoh perlakuan serempet (bahkan sudah masuk ranah hukum) hukum yang dilakukan oleh netizen di Indonesia.  Pada intinya kalau ingin menjadi blogger yang baik sebaiknya kita mempunyai prinsip “Bebas Bertanggungjawab”. Kita bebas menulis tentang apa saja tetapi kebebasan itu harus bisa dipertanggungjawabkan terhadap manusia, lingkungan sekitar dan Sang Pencipta. Kembali pada Kode Etik Online lah 🙂

Di acara ini juga hadir Enda Nasution, Bapak Blogger Indonesia. Asyik, saya sudah foto bareng bang Enda *sombong* hahaha.

Usai Maghrib, peserta dikumpulkan lagi untuk membahas ulang draft deklarasi Asean Blogger. Di sini jelas sekali betapa alot-nya diskusi (diskusi lagi?) karena banyak blogger yang tidak puas dengan keputusan tersebut. Beberapa point ditambah, lantas dihapus. Ditambah lagi, dihapus lagi. Tambal-sulam terjadi berulang kali. Saya sempat menoleh ke belakang… kursi pada kosong. Loh, kemana kah para peserta? Eh, ternyata ada peserta yang mengikuti tour museum hahaha. Salah satu peserta dari luar negeri (saya lupa dari negara mana) malah mengusulkan agar internet FAST and FREE! Wah, sistem pemerintah kan beda-beda :p susah direalisasikan apalagi dijadikan point of declaration. Pleno yang alot ini akhirnya selesai juga.

Saya dan beberapa peserta buru-buru ke toilet untuk mengganti kaos Asean Blogger kami dengan BATIK. Hei hei, nggak mandi, asal wangi hehe. Kami harus mengikuti gala dinner yang digelar outdoor. Di panggung para penari sudah mulai beraksi. Wah, telat. Tapi nggak apa-apalah. Masih sempat menonton hebatnya tarian mereka. Saat gala dinner ini dibacakanlah deklarasi Asean Blogger (hasil alot-alotan tadi) oleh salah seorang peserta yang berasal dari Kamboja. Cewek ini tomboy dan smart. Juga diserahkan hadiah kepada pemenang lomba penulisan blog Asean Blogger 2011 kepada Unggul Sugena dari Bogor. Selamat ya, mas!

Capek? Sure! Cuma robot yang nggak capek. Seharian ikutan acara pasti capek. Saya lantas diajak oleh mas Anton, Nike dan Almas untuk pergi ke suatu tempat. Wah, mau ke mana? Saya udah nolak karena harus ngurusin sesuatu yang sesuatu banget, tapi kok yah hati kecil saya menjerit-jerit? Dih! Akhirnya kami ber-4 naik taxi menuju Seminyak. Tujuan kami adalah ART CAFE. Memisahkan diri dari rombongan bukan masalah asal selama konferensi kita fokus *hah? fokus? :p* Mata sudah kriyep-kriyep tapi begitu turun taxi, mata saya langsung NYALA bak ada neon 100 watt. Kuping saya menangkap melodi, irama, suara yang begitu dirindui perasaan ini. Itu perform dari DIALOG DINI HARI. Band akustik blues, 3 orang. Eh keceh sekali. Saya sampai seperti di-setrum dan langsung keluarin lepi. Buat laporan, ngeteh, dengerin Dialog Dini Hari = PERFECT. Udah pernah dengerin mereka? Denger donk. Bakal cinta. Makasih buat DDH yang udah tanda tangan langsung ke CD yang kita beli. You, rock! Eh… you, blues! 😀 hehe. Sayang ya taxi cuma muat 4 orang. Si Wahyualam kan juga mau ikut. Next time ya.

Saat pulang dari Art Cafe, tiba di PopHaris, beberapa peserta sudah rapi jali, siap ke Kuta. Wah, saya sudah sering ke Kuta malam-malam hahaha. Bosan. Jadi stay hotel juga asyik tuh. Maka kumpul lah saya, mas Anton, Nike dan Almas di beranda hotel. Yang kami nikmati adalah JUS PALA dari Ambon. Waaa sedapnya tuh minuman! Bikin gomplang! 😛 Digabung pula ada bunda Injul dan mas Bahtiar. Jadi seru malahan, membahas apa yang harus dilakukan besok. Rencana mau dibawa ke mana para peserta sebelum di-drop di bandara. Karena ada peserta yang pulang Kamis, Jumad dan Sabtu…. saya tuh yang extend sampe Sabtu hahaha.

Saatnya tidur… sudah letih! Besok perjalanan masih panjang. Saya akan lanjutkan Day-3 dari acara seru ini.

Catatan saya :

Peserta tidak dibagikan hasil Deklarasi. Jadi kami juga bingung keputusan finalnya.

Wassalam.

***Tuteh

Advertisements