Idul Adha; Nazar yang Ditepati

Posted on 5 November 2011

2



Gambar diambil dari sini.

Salam, sahabat Blogger NTT. Sahabat Flobamora.

Idul Adha telah di depan mata. Besok semua umat Islam merayakan Idul Adha. Beda dengan Idul Fitri yang berarti kembali pada fitrah, Idul Adha berarti kembali pada semangat berkurban. Meskipun Idul Adha dirayakan tidak semeriah Idul Fitri namun makna yang terkandung dibaliknya sangatlah besar untuk umat Muslim.

Untuk sejarah lengkap Idul Adha, silahkan dilihat di sini.

Idul Adha adalah kisah nazar yang ditepati oleh Nabi Ibrahim AS. Bagaimana keteguhan hati beliau menepati janjinya kepada Allah SWT setelah keinginannya untuk memperoleh keturunan dipenuhi lewat istri beliau yang lain, selain Sarah, yaitu Hajar. Dalam usaha pemenuhan nazar beliau terhadap Allah SWT, Nabi Ibrahim dipengaruhi iblis. Bahkan iblis pun mempengaruhi Hajar dan Ismail. Upaya iblis untuk mengagalkan niat Nabi Ibrahim AS ini berbuah kebutaan pada sebelah matanya akibat lemparan kerikil dari Ismail.

Keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dan keluarganya menjadi contoh untuk kita semua. Berapa kali kita bernazar dan mengingkarinya setelah keinginan kita terkabulkan? Berapa kali kita tergoda bujuk rayu iblis untuk mengagalkan nazar kita? Kalau sering, berarti keteguhan hati kita patut dipertanyakan lagi. Bagaimana kita bisa menjadi umat Islam yang baik bila nazar kita anggap sebagai mainan bak ular tangga?

Nazar adalah janji, sumpah. Oleh karena itu janganlah sekali-kali berucap nazar bila kita tidak sanggup untuk memenuhinya. Katakan dengan Insya Allah.

Semoga teladan Nabi Ibrahim AS sekeluarga dapat menjadi pedoman hidup untuk kita semua. Semangat berkurban sesungguhnya adalah semangat berbagi. Menyucikan diri dengan sedekah. Menyucikan diri dengan berbagi. Tidak ada kerugian hanya dengan berbagi. Justru Allah SWT akan melipatgandakan jumlah yang kita bagi tadi kembali kepada kita.

*dari lapangan Pancasila/Perse Ende, terdengar gema takbir berkumandang*

Salam Flobamora.

Advertisements