Kopdar Pempek!

Posted on 17 October 2011

5


Halo ๐Ÿ™‚

Setelah beberapa bulan fakum akibat kesibukan masing-masing member, akhirnya Sabtu, 15 Oktober 2011 kemarin, member Flobamora Community (FC) sepakat untuk kopdar lagi di tempat Pempek (ya, kuliner khas Palembang) yang berlokasi di jalan Banteng, Ende. Kami menyebutnya Pempek Banteng! Pemiliknya seorang pria asli Ende dan istrinya yang asli Palembang. Lokasi Pempek Banteng yang terletak di pusat kota dan mudah dijangkau itu lah yang jadi pertimbangan kopdar malam itu.

Cuaca memang kurang menyenangkan. Langit agak mendung. Namun semangat member FC untuk kopdar tidak surut. Buktinya pukul 7 malam, 30 menit lebih awal dari kesepakatan, 2 member sudah muncul di Pempek Banteng. Tuteh dan Fauwzya lantas bercerita tentang kegiatan simulasi tsunami yang diselenggarakan oleh Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Paupanda. Kegiatan yang menguras energi, emosi dan memancing tawa ini sangat menghibur sekaligus memberi informasi kepada masyarakat tentang antisipasi terhadap bencana tsunami. Tulisannya sudah siap kami publish untuk anda!

Satu per satu member FC datang; Hazrul, Eddie Djea, Yudith Ngga’a, Poppy Pelupessy, Drg. Christian Dewanto (yang lantas pamit duluan), Nurah, Sony, Iros Tani, Kharisma, Etchon dan Armando.

Kopdar FC kali ini membahas beberapa hal penting;
1. Tentang Flobamora Community sendiri.
2. Peningkatan kapasitas member lewat pelatihan intern dan extern.
3. ICT Watch / Internetsehat dan hasil FGD tanggal 16 September 2011.
4. Blood For Life Ende.

Cukup banyak yang kami bahas sehingga nyaris melupakan sesi foto-foto ๐Ÿ™‚
Biasanya sibuk foto-foto acara kopdar malah tidak fokus sama topik yang harus dibahas ๐Ÿ˜€

FC memang harus meningkatkan kapasitas member; tidak hanya tentang blog tapi juga socmed lain yang mendukung perkembangan dan penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan FC maupun NTT. Makanya diputuskan hari Selasa, 18 Oktober 2011, FC akan menggelar pelatihan blog (kepada member baru) dan pengenalan socmed. Lokasi yang dipilih : Warnet Merpati, Ende. Dipilih Warnet Merpati karena suasananya yang cocok untuk dipakai beramai-ramai; luas dan berkoneksi kencang.
(Sesuai usul Iros Tani dan Nurah).

Topik tentang Internetsehat ditanggapi dengan serius karena memang banyak yang ‘baku-maki’ di socmed dan umumnya di Facebook (FB). Putus cinta bisa berakibat saling memaki. Pertikaian komunitas dilempar di FB bahkan sampai-sampai menyebut nama musuh mereka (padahal yang bersangkutan sama sekali tidak pernah menyentuh FB). Masih banyak lagi fakta yang pernah ditemui member FC saat online, khususnya di socmed. Sebagai wakil FC yang mengiktu FGD, Tuteh mengatakan bahwa informasi tentang Internetsehat boleh dibagikan kepada siapa saja! Point-point hasil FGD (Focus Group Discussion) pun harus disebar-luaskan untuk kepentingan bersama. Bahwa online itu harus pakai otak, bukan aksi adu otot. Bahwa online pun ada kode etiknya.

“Usul saya sih sebaiknya sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang sehat berinternet ini. Masalahnya adik-adik kita kan paling banyak bercokol di Facebook, di sana mereka seenaknya saja bikin status yang tidak enak dibaca… lewat sekolah, kita tembak langsung ke jantungnya,” kata Tuteh.

Buku Internetsehat dipinjamkan kepada member secara bergilir. Juga dvd-nya. Diharapkan selain sosialisasi, informasi ini bisa disebarkan dari mulut ke mulut. Biasanya yang dari mulut ke mulut lebih ampuh ๐Ÿ™‚

Mengenai Blood For Life Ende. Khususnya untuk hal ini bisa dibaca di postingan FC sebelumnya; di sini.
Mbak Nur Benny, pencetus ide Blood For Life Ende tidak bisa hadir untuk menjelaskan secara langsung tentang Blood For Life Ende sehingga diwakilkan oleh Tuteh. Hakekatnya BFL Ende merupakan bagian dari Blood For Life yang digagas mbak Silly. Nama BFL Ende pun mendapat ijin resmi dari mbak Silly untuk digunakan dalam lingkup yang lebih kecil yaitu kota Ende. Intinya informasi apa saja yang berkaitan dengan butuh darah dan donor darah, bisa disebarluaskan oleh BFL Ende lewat socmed (kita tau perkembangan socmed dan cepatnya penyebaran informasi begitu luar biasa). Flobamora Community pun lewat member-member-nya pastinya mendukung gerakan sosial ini.

Coba bayangkan bagaimana perasaan kita ketika istri atau saudari kita melahirkan dan kekurangan darang sementara itu golongan darahnya super-unik? Contoh : AB. Lantas BFL Ende menyebar informasi ini dan tau-tau nongol Angel dari langit bilang, โ€œsaya mo donorin darah saya untuk diaโ€ฆโ€ kalo nggak nangis, kebangetan hahaha. Ini kan masalah hidup dan mati. Nggak ada pendonor, mati lah dia :p

Setelah sesi tanya jawab, kopdar diisi dengan intermezo tentang tukar-tukaran buku dan pembuatan buku member.
Harapan kami, semoga informasi yang didapat saat kopdar ini dapat diinformasikan lanjut kepada siapa saja. Saling berbagi itu indah, jenderal! ๐Ÿ™‚

Salam Flobamora!

Advertisements